TASIKMALAYA — Zona TV — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, memasuki babak baru setelah terbentuknya kepengurusan untuk periode lima tahun ke depan. Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Ranting (Musran) yang berlangsung pada 1 Juli 2026.
Musyawarah berlangsung dalam suasana kondusif, penuh kekeluargaan, dan mengedepankan semangat kebersamaan. Seluruh nama yang diajukan dalam proses pemilihan akhirnya disepakati secara mufakat dan terpilih secara aklamasi oleh peserta Musran.
Adapun susunan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Cintaraja periode lima tahun mendatang terdiri dari:
- Rois Syuriyah: KH. Nana Maulana, S.Pdi
- Ketua Tanfidziah: Ustadz Muid Ali, S.Sos
- Sekretaris: P. Agus Badru Zaman, S.Pdi
- Bendahara: P. Agus Muslim, S.H.
Setelah kepengurusan terbentuk, langkah organisasi kemudian dilanjutkan melalui Musran kedua yang digelar pada 26 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyusun sekaligus menetapkan sejumlah program kerja yang dinilai penting bagi penguatan organisasi dan peningkatan kemanfaatan NU di tengah masyarakat Desa Cintaraja.
Saat ditemui awak media di kediamannya pada Sabtu, 12 September 2026, Ketua Tanfidziah PRNU Cintaraja, Ustadz Muid Ali, S.Sos., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh warga Nahdliyyin yang telah memberikan kepercayaan kepada kepengurusan baru.
Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab pengabdian yang harus dijalankan bersama-sama.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Nahdliyyin yang telah memberikan kepercayaan dan pilihan kepada kami untuk memimpin jalannya organisasi NU di Ranting Cintaraja selama lima tahun ke depan. Saya sendiri sudah aktif mengabdi di lingkungan organisasi ini sejak tahun 2011, dan saya berjanji akan terus menjaga semangat pengabdian serta kebersamaan ini," ujar Ustadz Muid.
Ia menegaskan, pengalaman pengabdian sejak 2011 menjadi modal moral untuk terus menjaga kesinambungan organisasi sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat antara pengurus dengan warga Nahdliyyin.
PERAMPUNGAN KANTOR RANTING MENJADI PRIORITAS
Di tengah berbagai program organisasi yang telah dirumuskan, penyelesaian pembangunan Kantor Ranting NU Cintaraja menjadi salah satu prioritas utama kepengurusan saat ini.
Ustadz Muid menjelaskan, pembangunan kantor tersebut sebenarnya telah berjalan secara bertahap selama kurang lebih tiga tahun. Proses pembangunan dilakukan menyesuaikan kemampuan kas organisasi serta dukungan dan sumbangan sukarela dari masyarakat.
"Pembangunan ini sudah berjalan secara bertahap selama kurang lebih tiga tahun. Kemajuan memang berjalan perlahan, sedikit demi sedikit, menyesuaikan kemampuan kas dan sumbangan sukarela warga. Namun kami tetap optimis dan bersemangat, karena yang terpenting adalah kebersamaan dan kepedulian," jelasnya.
Bagi PRNU Cintaraja, keberadaan kantor bukan hanya berkaitan dengan bangunan secara fisik. Kantor tersebut diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas organisasi, tempat pertemuan pengurus, ruang pembinaan kader, sekaligus sarana untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, proses penghimpunan dukungan masyarakat terus dilakukan secara terbuka dan sukarela. Salah satunya melalui penggalangan dana menggunakan kotak koin yang ditempatkan sebagai media partisipasi warga.
Ustadz Muid berharap seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kegiatan NU dapat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, pembangunan kantor tidak harus dipandang sebagai beban yang hanya dipikul oleh pengurus. Sebaliknya, keberadaan kantor diharapkan menjadi hasil gotong royong seluruh warga sehingga kelak memiliki nilai kebersamaan dan sejarah pengabdian bagi masyarakat Cintaraja.
NU DIHARAPKAN MENJADI PENGUAT KARAKTER MASYARAKAT
Selain pembangunan secara fisik, kepengurusan baru PRNU Cintaraja juga memberikan perhatian terhadap penguatan karakter masyarakat.
Ustadz Muid menilai, keberadaan organisasi keagamaan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan warga Nahdliyyin untuk terus menjaga kerukunan serta mengedepankan nilai persatuan dalam menjalankan aktivitas organisasi.
"NU di desa ini harus tampil sebagai pelopor pembangunan karakter bangsa yang berakhlak mulia dan beradab, berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama agar gerakan dakwah kita terus bermanfaat," tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah kepengurusan baru agar aktivitas NU tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi. NU diharapkan mampu hadir di tengah persoalan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang lebih harmonis.
Penguatan karakter, pembinaan generasi muda, kegiatan keagamaan, kepedulian sosial, serta pemeliharaan kerukunan menjadi bagian penting yang diharapkan terus berkembang seiring dengan semakin solidnya kepengurusan.
LAUNCHING AGENDA KEGIATAN AKHIR SEPTEMBER DAN OKTOBER
Untuk mengawali periode kepengurusan baru, PRNU Cintaraja juga telah menyiapkan sejumlah agenda kegiatan.
Pada akhir September 2026, rencananya akan digelar kegiatan Lailatul Ijtima’ dan Yaumul Ijtima’. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum berkumpulnya warga Nahdliyyin sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan.
Tidak hanya sebagai forum pertemuan, kegiatan tersebut juga akan diarahkan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama serta membicarakan berbagai langkah organisasi ke depan.
Sementara pada Oktober 2026, PRNU Cintaraja menjadwalkan Musyawarah Pengurus sekaligus Pembinaan Organisasi.
Pembinaan tersebut akan diarahkan pada pemahaman mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) masing-masing pengurus. Dengan demikian, setiap pengurus diharapkan mengetahui tanggung jawab, kewenangan, dan peran masing-masing dalam menjalankan roda organisasi.
Pemahaman terhadap tugas dan fungsi dinilai penting agar kepengurusan tidak berjalan secara individual, tetapi menjadi sebuah tim yang bekerja secara terarah, tertib, dan saling mendukung.
MEMBANGUN NU DARI DESA
Terbentuknya kepengurusan baru PRNU Cintaraja menjadi momentum untuk membangun kembali semangat pengabdian organisasi dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Keberadaan NU di tingkat ranting memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Berbagai persoalan sosial, keagamaan, pendidikan, kepemudaan, hingga kebersamaan masyarakat dapat menjadi ruang pengabdian yang membutuhkan kehadiran organisasi.
Karena itu, tantangan kepengurusan baru bukan hanya bagaimana menyelesaikan pembangunan kantor, tetapi juga bagaimana menjadikan kantor tersebut kelak benar-benar hidup dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat.
Kantor yang selesai dibangun diharapkan tidak sekadar menjadi simbol keberadaan organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi warga Nahdliyyin dan pusat aktivitas yang mampu melahirkan berbagai kegiatan positif.
Dengan kepengurusan yang telah terbentuk, program kerja yang mulai disusun, serta agenda pembinaan yang akan dilaksanakan, PRNU Cintaraja membawa harapan baru agar organisasi semakin solid dan dekat dengan masyarakat.
Semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan kantor, penguatan kapasitas pengurus, pemeliharaan kerukunan, serta penguatan karakter umat menjadi rangkaian langkah yang diharapkan mampu membawa NU Ranting Cintaraja semakin aktif dan memberikan manfaat nyata.
Pada akhirnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari struktur kepengurusan atau keberadaan gedung, tetapi dari seberapa jauh nilai pengabdian mampu dirasakan oleh masyarakat.
Reporter: Gilang Ferdian
Zona TV – Liputan Khusus


