Cevi Supriatna Ajak Warga Bungursari Bahu-Membahu Perkuat UMKM Lokal di Tengah Tekanan Ekonomi

 


28 Agustus 2026

TASIKMALAYA — Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, masyarakat dituntut untuk tidak hanya menunggu keadaan membaik, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi dari lingkungan terdekat. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Persoalan daya beli masyarakat yang melemah, sulitnya memperoleh pekerjaan, meningkatnya tekanan ekonomi rumah tangga, hingga kesenjangan sosial menjadi kondisi yang tidak bisa begitu saja ditutup mata.

Situasi tersebut menjadi perhatian Cevi Supriatna, yang mengajak masyarakat Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, untuk membangun semangat kebersamaan dengan cara sederhana namun memiliki dampak besar: saling mendukung dan membeli produk serta menggunakan jasa pelaku UMKM lokal.

Menurut Cevi, penguatan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, kekuatan ekonomi daerah dapat tumbuh ketika masyarakat mulai memberikan ruang kepada usaha-usaha kecil yang berada di sekitar mereka untuk tetap hidup dan berkembang.

“Minimal kita bisa bertahan. Kalau usaha berjalan normal, itu sudah baik. Kalau kemudian omzet meningkat, tentu itu menjadi kesuksesan kita bersama,” ujar Cevi.

UMKM Lokal Jangan Dibiarkan Berjuang Sendirian

Cevi menilai keberadaan UMKM bukan hanya persoalan kegiatan perdagangan. Di balik sebuah warung, toko, rumah makan, jasa, bengkel, usaha rumahan, maupun berbagai bentuk usaha kecil lainnya, terdapat kehidupan keluarga yang bergantung pada keberlangsungan usaha tersebut.

Karena itu, menurutnya, pelaku UMKM yang masih mampu bertahan di tengah situasi ekonomi yang sulit patut mendapatkan dukungan.

Apalagi, terdapat pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang dan menyerap tenaga kerja lokal.

Jika sebuah usaha kecil berkembang, manfaatnya tidak berhenti pada pemilik usaha. Perputaran uang dapat dirasakan oleh pekerja, pemasok bahan baku, pedagang, jasa transportasi, hingga masyarakat lain yang berada dalam rantai ekonomi tersebut.

Dengan kata lain, ketika UMKM lokal bergerak, roda ekonomi masyarakat pun ikut bergerak.

Jangan Selalu Menunggu Investasi Besar

Dalam pandangan Cevi, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap pembangunan ekonomi. Kehadiran perusahaan besar memang penting, namun keberadaan usaha kecil dan menengah juga tidak kalah strategis.

UMKM merupakan bagian dari wajah ekonomi masyarakat sehari-hari.

Karena itu, menurutnya, membangun ekonomi Bungursari tidak harus selalu menunggu datangnya investasi besar. Masyarakat dapat memulainya dari apa yang sudah ada.

Membeli makanan dari pelaku usaha setempat, menggunakan jasa warga sekitar, mempromosikan produk UMKM melalui media sosial, hingga membantu mengenalkan usaha tetangga kepada calon pelanggan merupakan bentuk dukungan yang terlihat sederhana.

Namun jika dilakukan secara bersama-sama, dampaknya dapat menjadi jauh lebih besar.

Satu pembelian mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bagi pelaku usaha kecil, satu transaksi bisa berarti membantu mempertahankan usahanya untuk tetap buka pada hari berikutnya.

Di sinilah semangat gotong royong dalam bidang ekonomi menjadi relevan.

Cevi Siap Bantu Pelaku Usaha di Bungursari

Selain mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap UMKM, Cevi Supriatna juga menyatakan kesiapannya membantu para pelaku usaha lokal yang akan, sedang, maupun telah mendirikan perusahaan di Kecamatan Bungursari.

Cevi yang merupakan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Peduli Sosial menyampaikan bahwa dirinya siap membantu pelaku usaha dalam hal pendampingan pengurusan administrasi dan perizinan perusahaan yang belum menyelesaikan proses perizinannya.

Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu wilayah seharusnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Namun, manfaat tersebut akan lebih baik apabila kegiatan usaha berjalan secara tertib, legal, dan memiliki administrasi yang jelas.

Perizinan bukan semata-mata persoalan administratif, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kepastian dan kenyamanan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Dengan tertib administrasi, perusahaan dapat menjalankan usahanya dengan lebih nyaman, sementara masyarakat juga memiliki kepastian bahwa aktivitas usaha di lingkungannya berjalan sesuai ketentuan.

Perusahaan Lokal dan Pendatang Sama-Sama Disambut

Cevi juga menyambut baik para pelaku usaha yang memilih mendirikan perusahaan di Kota Tasikmalaya, baik mereka yang berasal dari Tasikmalaya maupun dari luar daerah.

Menurutnya, dunia usaha tidak semestinya dipandang berdasarkan asal daerah pemiliknya.

Selama perusahaan tersebut hadir secara legal, menjalankan kegiatan usaha secara tertib, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, keberadaannya patut diapresiasi.

Terlebih jika perusahaan mampu membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Saya menyambut baik para pelaku usaha yang mendirikan perusahaan di Kota Tasikmalaya, baik pelaku usaha asli lokal maupun dari luar kota. Saya titip, perusahaan yang beroperasi wajib mengurus perizinan supaya semua aman dan nyaman,” kata Cevi.

Membangun Ekonomi Bungursari Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Ajakan untuk memperkuat UMKM lokal sebenarnya bukan sekadar slogan.

Ada persoalan yang lebih besar di baliknya: bagaimana masyarakat dapat mempertahankan daya hidup ekonomi ketika kondisi sedang tidak mudah?

Jawabannya tentu tidak sederhana.

Pemerintah memiliki peran melalui kebijakan dan program pemberdayaan. Dunia usaha memiliki peran melalui investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan. Sementara masyarakat memiliki peran yang sering kali dianggap kecil, padahal sangat menentukan, yaitu menjadi konsumen sekaligus pendukung usaha di lingkungannya sendiri.

Bayangkan jika masyarakat Bungursari lebih sering memilih membeli produk dari pelaku usaha lokal.

Warung makan mendapatkan pelanggan. Pedagang memperoleh omzet. Pemasok mendapatkan pesanan. Pekerja mendapatkan penghasilan. Uang kemudian berputar kembali di wilayah tersebut.

Siklus sederhana inilah yang seharusnya terus diperkuat.

Sebaliknya, ketika usaha lokal kehilangan pelanggan secara terus-menerus, dampaknya juga dapat merembet ke berbagai pihak.

Karena itu, mendukung UMKM bukan berarti memberikan belas kasihan kepada pelaku usaha. Mendukung UMKM adalah bagian dari membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

Tentu masyarakat juga memiliki hak untuk memilih produk berdasarkan harga, kualitas, pelayanan, dan kebutuhan. Namun ketika kualitas dan harga relatif bersaing, memberikan kesempatan kepada usaha lokal merupakan pilihan yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.

UMKM Bertahan, Lapangan Kerja Bisa Tumbuh

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kondisi ekonomi saat ini adalah lapangan pekerjaan.

Tidak semua orang dapat bekerja di perusahaan besar. Tidak semua orang pula memiliki kesempatan menjadi pegawai pemerintahan.

Karena itu, keberadaan sektor usaha lokal menjadi penting.

UMKM yang tumbuh dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh penghasilan, baik sebagai pemilik usaha, pekerja, maupun mitra usaha.

Dalam jangka panjang, UMKM yang berhasil naik kelas bahkan dapat berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Maka, ketika Cevi mengajak masyarakat untuk membantu pelaku usaha yang masih bertahan, pesan tersebut sebenarnya memiliki makna yang lebih luas.

Menjaga UMKM hari ini dapat berarti menjaga sumber penghasilan masyarakat untuk hari esok.

Legalitas Usaha Juga Menjadi Bagian Penting

Di sisi lain, ajakan kepada perusahaan untuk mengurus perizinan juga menjadi hal yang tidak kalah penting.

Pertumbuhan ekonomi seharusnya berjalan beriringan dengan ketertiban administrasi.

Perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya dengan legalitas yang jelas akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk berkembang. Di sisi masyarakat, kepastian administrasi juga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman.

Karena itu, pendampingan terhadap pelaku usaha yang belum memahami atau belum menyelesaikan proses perizinan menjadi langkah yang patut didorong.

Semangatnya bukan untuk mempersulit dunia usaha, melainkan memastikan agar kegiatan ekonomi tumbuh dalam koridor yang tertib.

Gotong Royong Ekonomi untuk Bungursari

Pada akhirnya, membangun ekonomi Bungursari tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

Masyarakat membutuhkan pelaku usaha.

Pelaku usaha membutuhkan konsumen.

Perusahaan membutuhkan tenaga kerja.

Tenaga kerja membutuhkan lapangan pekerjaan.

Pemerintah membutuhkan dunia usaha yang tertib dan berkembang.

Sementara masyarakat membutuhkan lingkungan ekonomi yang sehat.

Semua unsur tersebut saling berkaitan.

Karena itu, ajakan Cevi Supriatna agar warga Bungursari saling bahu-membahu mendukung UMKM lokal menjadi sebuah gagasan yang sederhana, tetapi memiliki pesan yang kuat: jangan biarkan pelaku usaha lokal berjuang sendirian.

Jika UMKM mampu bertahan, kemudian berkembang, omzet meningkat, dan pada akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan, maka manfaatnya bukan hanya dinikmati oleh pemilik usaha.

Manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Dan ketika semakin banyak usaha lokal tumbuh, semakin besar pula peluang Bungursari memiliki ekonomi masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya.

Karena membangun daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar. Kadang, pembangunan ekonomi dimulai dari keputusan sederhana: memilih membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk serta jasa dari masyarakat sendiri.


Lebih baru Lebih lama