ZonaTV, Kepulauan Aru, Maluku
Wartawan: Elisa Warkor
KEPULAUAN ARU — Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Dobo menggelar kegiatan Temu Raya Pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) di Gereja Solagratia Jemaat Karseka, Klasis Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, pekan lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel; Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM yang diwakili Kepala Biro ARK Sinode GPM, Fifi Tumalang; Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Aru, Claudia Imarisa Kaidel; para pimpinan instansi vertikal; anggota DPRD; Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau-Pulau Aru beserta anggota MPK; para pimpinan OPD; para pendeta se-Klasis GPM Pulau-Pulau Aru; para pengasuh SMTPI; serta tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Timotius Kaidel mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memuji dan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja atas penyertaan-Nya dalam kehidupan dan pengabdian.
Kaidel mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah menjadi bagian dari pendidikan SMTPI. Ia mendapatkan bimbingan serta pengajaran mengenai dasar-dasar iman Gereja Protestan Maluku sejak masih mengikuti pendidikan tersebut.
Menurutnya, pendidikan iman yang diterimanya dari para pengasuh SMTPI turut membentuk karakter, moral dan perilaku iman yang kemudian menjadi bekal dalam menjalankan tugasnya sebagai Bupati Kepulauan Aru.
“Saya juga pernah diasuh, dibimbing dan diajarkan tentang dasar-dasar iman Gereja Protestan Maluku melalui SMTPI. Karena itu, saya menjadi pribadi beriman dan bisa melaksanakan tugas sebagai Bupati seperti saat ini,” ungkapnya.
Kaidel menilai bahwa menjadi seorang pemimpin merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Nilai tersebut, kata dia, telah ditanamkan sejak dirinya mengikuti pendidikan SMTPI di lingkungan gereja dan sektor tempat tinggalnya.
“Perlu kita semua ketahui bahwa menjadi seorang pemimpin merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Nilai ini sudah ditanamkan kepada saya sejak saya mengikuti pendidikan SMTPI di lingkungan atau sektor tempat saya tinggal. Saya sangat bersyukur karena saya ada saat ini berkat bimbingan bapak dan ibu pengasuh,” ujar Bupati.
Atas dasar pengalaman tersebut, Kaidel menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pengasuh SMTPI yang selama ini menjalankan tugas membentuk iman dan moral anak-anak gereja sebagai generasi penerus bangsa.
“Saya pribadi memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pengasuh yang bernaung di bawah GPM. Sebab, tanpa mereka, iman dan moral kita sebagai anak-anak Tuhan tidak akan terbentuk dengan baik,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Temu Raya Pengasuh yang menjadi kegiatan perdana di Klasis GPM Pulau-Pulau Aru bukan sekadar momentum untuk berkumpul dan bersilaturahmi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program strategis gereja dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan formal gereja di lingkungan GPM.
Ia menilai pendidikan gereja perlu terus menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman. Salah satunya melalui penggunaan bahan ajar dan metode pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan serta minat anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Temu Raya Pengasuh ini merupakan bagian dari cara gereja mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan formal gereja yang memberikan dampak pada perkembangan dan pertumbuhan spiritualitas serta kecerdasan etik dan moral anak di tengah gelombang digitalisasi,” kata Kaidel.
Kaidel berharap para pengasuh SMTPI terus membuka diri untuk mendapatkan pembekalan dan peningkatan kapasitas agar semakin tangguh dalam menjalankan tugas pengasuhan.
Ia menilai peran para pengasuh sangat penting dalam membentuk generasi emas gereja menuju satu abad GPM pada 2035, sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Aru juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Sinode GPM, Klasis dan Jemaat atas kemitraan yang telah terbangun selama ini. Menurutnya, sinergi tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat kehadiran gereja di tengah masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Ia berharap para pengasuh SMTPI terus memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter anak-anak, khususnya dalam aspek iman, spiritualitas, moral, sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan tugas mulia ini demi masa depan anak-anak dan generasi penerus gereja serta bangsa,” pungkasnya.
(EW)

