KOTA TASIKMALAYA – Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III yang dirangkaikan dengan Dialog Publik pada Sabtu (25/7/2026) di Popotiam Coffee, Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus dan anggota GMNU tersebut mengusung tema "Keadaban Digital dan Fiqih Informasi: Sinkronisasi Akhlak di Jagat Nyata dan Jagat Maya Demi Mewujudkan Keadaban Publik."
Musda III tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah gerakan GMNU Kota Tasikmalaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Di era digital yang semakin terbuka, organisasi kepemudaan dituntut mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang muncul akibat derasnya arus informasi.
Perkembangan media digital telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan memperoleh informasi hingga terbukanya ruang kolaborasi tanpa batas. Namun di sisi lain, ruang digital juga diwarnai berbagai persoalan, seperti maraknya penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, perundungan siber, disinformasi, hingga polarisasi yang berpotensi merusak persatuan serta mengikis nilai-nilai moral generasi muda.
Melihat kondisi tersebut, GMNU Kota Tasikmalaya memandang penting membangun kesadaran kolektif agar masyarakat, khususnya Generasi Z dan kalangan pemuda, tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan literasi digital yang dibarengi dengan etika, akhlak, dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial maupun berbagai platform digital lainnya.
Melalui dialog publik yang digelar dalam rangkaian Musda III, para peserta mendapatkan ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya fiqih informasi sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di dunia maya. Diskusi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, bijaksana, serta mampu menyaring setiap informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat.
Puncak Musda III ditandai dengan penetapan kepengurusan baru GMNU Kota Tasikmalaya secara aklamasi. Forum secara mufakat menetapkan susunan pengurus sebagai berikut:
- Ketua: Myftah Faried, S.IP.
- Sekretaris: Deden Faiz Taptajani, S.Sos.
- Bendahara: Asep Kustiana, S.IP.
Sebagai Koordinator Daerah sekaligus Ketua Terpilih GMNU Kota Tasikmalaya, Myftah Faried, S.IP. menegaskan bahwa kepengurusan baru akan menjadikan isu keadaban digital sebagai salah satu program prioritas organisasi dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kehidupan sosial di dunia nyata, tetapi juga bagaimana membangun karakter dan menjaga etika dalam ruang digital yang semakin luas.
"Di era serba cepat ini, keadaban publik tidak hanya diukur dari interaksi langsung di dunia nyata, tetapi juga bagaimana kita menjaga adab di jagat maya. GMNU hadir untuk mengawal ruang digital agar tetap kondusif, beretika, dan mencerahkan. Kami ingin membangun generasi muda yang cerdas dalam menyaring informasi, santun dalam berdialog, serta mampu menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab," ujar Myftah.
Ia juga menegaskan bahwa GMNU akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, serta pemerintah daerah guna menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Dialog publik tersebut turut menghadirkan Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan, S.IP., sebagai salah satu narasumber. Dalam kesempatan itu, Dhani memberikan apresiasi terhadap konsistensi GMNU dalam mengangkat isu keadaban digital yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun budaya komunikasi yang jauh dari nilai-nilai etika.
"Kami mengapresiasi konsistensi GMNU Kota Tasikmalaya dalam mengangkat isu keadaban digital. Selamat kepada Myftah Faried beserta jajaran pengurus yang telah terpilih. Semoga kepengurusan baru mampu membawa semangat baru, memperkuat sinergi lintas organisasi kepemudaan, dan melahirkan generasi muda Kota Tasikmalaya yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki daya saing tinggi," ungkap Dhani.
Melalui kepengurusan baru hasil Musda III, GMNU Kota Tasikmalaya berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis, mulai dari pendidikan literasi digital, penguatan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, pengembangan kapasitas kepemimpinan pemuda, hingga pembinaan karakter sebagai benteng moral menghadapi perubahan zaman.
Organisasi ini juga menargetkan lahirnya kader-kader muda Nahdliyin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi akhlak, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap aktivitas, baik di ruang publik maupun di ruang digital.
Musda III GMNU Kota Tasikmalaya diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kepemudaan yang lebih progresif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman serta tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan semangat tersebut, GMNU optimistis mampu berkontribusi dalam mewujudkan ruang publik yang sehat, santun, produktif, dan berkeadaban demi terciptanya masyarakat yang harmonis di era digital.
Wartawan: Randi Yunantan
25 Juli 2026


