TASIKMALAYA – Semangat gotong royong dan kebersamaan mewarnai peresmian Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Kampung Sindanggalih dengan Kampung Sukawargi, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (22/7/2026). Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi masyarakat setempat setelah bertahun-tahun bergantung pada jembatan darurat berbahan kayu dan batang pohon kelapa yang dinilai kurang aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Peresmian jembatan beton tersebut dilakukan langsung oleh Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., serta dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparatur pemerintahan, pelajar, mahasiswa, dan ratusan warga yang antusias menyaksikan lahirnya infrastruktur baru yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya Kelompok Kelurahan Tamansari. Kehadiran para mahasiswa menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, TNI, dan warga dalam membangun daerah.
Selama ini masyarakat Kampung Sindanggalih dan Kampung Sukawargi harus melewati jembatan sederhana yang dibangun dari kayu dan batang pohon kelapa. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna, tetapi juga menghambat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial dan keagamaan.
Kini, dengan berdirinya Jembatan Garuda Merah Putih, masyarakat memiliki akses yang lebih aman, nyaman, dan layak. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang berkembangnya berbagai sektor usaha masyarakat.
Dalam sambutannya, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas masyarakat.
"Alhamdulillah, harapan kita melalui program Bapak Presiden Prabowo Subianto, dengan adanya jembatan ini yang pertama menghubungkan dua kampung, Sindanggalih dan Sukawargi, sehingga masyarakat bisa saling terhubung dan mempererat silaturahmi. Yang kedua, jalur logistik, pendistribusian sumber daya alam, sumber daya manusia maupun potensi yang ada di dua wilayah ini dapat berjalan lebih lancar. Dengan begitu ekonomi semakin berkembang dan masyarakat menjadi lebih sejahtera, adil, makmur, dan bahagia," ujar Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dandim juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
"Kita tahu sebelumnya hanya ada jembatan dari kayu dan batang pohon kelapa. Selama kurang lebih sepuluh tahun belum ada pembangunan yang lebih baik. Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil membangun jembatan beton. Saya berpesan kepada masyarakat dan adik-adik semua agar menjaga kebersihan, tidak mencoret-coret jembatan, tidak membuang sampah sembarangan, serta saling mengingatkan agar kendaraan dengan muatan lebih dari tujuh ton atau tinggi lebih dari 2,3 meter tidak melintas demi menjaga keselamatan dan umur jembatan," pesannya.
Bagi Mahasiswa KKN Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya, kehadiran dalam peresmian tersebut bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Momentum ini menjadi bagian dari proses pembelajaran di tengah masyarakat sekaligus implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Selama menjalankan program KKN di Kelurahan Tamansari, para mahasiswa aktif melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah kelurahan dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.
Ketua Kelompok KKN Kelurahan Tamansari menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih memiliki nilai strategis karena tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
"Keikutsertaan kami dalam peresmian ini bukan sekadar menghadiri acara, melainkan bentuk pengabdian dan sinergi nyata antara warga, TNI, pemerintah, dan mahasiswa. Kami berharap Jembatan Garuda Merah Putih menjadi simpul kemajuan ekonomi dan sosial bagi Kampung Sindanggalih dan Kampung Sukawargi," ungkap Ketua Kelompok KKN Kelurahan Tamansari.
Sepanjang rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN juga berinteraksi dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran TNI. Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi warga, keberadaan jembatan beton ini menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses. Kini pelajar dapat menuju sekolah dengan lebih aman, petani lebih mudah mengangkut hasil panen, pelaku usaha memperoleh kemudahan distribusi barang, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Infrastruktur yang memadai akan memperlancar arus barang dan jasa, mempercepat pelayanan publik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan potensi lokal.
Prosesi peresmian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan, dilanjutkan sesi foto bersama antara jajaran TNI, pemerintah daerah, mahasiswa KKN UMB, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir. Kebersamaan yang terjalin pada momen tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Jembatan Garuda Merah Putih kini menjadi simbol persatuan, kolaborasi, dan harapan baru bagi masyarakat Tamansari. Kehadiran Mahasiswa KKN Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya dalam momentum bersejarah tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam setiap langkah pembangunan yang membawa manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Penerbit: www.zonatvnasional.com
Edisi: 23 Juli 2026

