Aksi ini merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat dan jamaah terkait pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya persoalan klaim yang dinilai bermasalah. Sejumlah laporan menyebutkan adanya klaim yang tidak kunjung dicairkan, bahkan terdapat pula pengajuan klaim peserta yang ditolak tanpa disertai alasan yang jelas.
Ketua Umum JSB, Ust. Didin, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah berupaya menempuh jalur komunikasi langsung. Pada Jumat, 17 April 2026, pengurus pusat JSB mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya untuk meminta klarifikasi kepada pimpinan cabang. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami datang dengan itikad baik untuk meminta penjelasan langsung kepada pimpinan. Namun sangat disayangkan, pimpinan BPJS Ketenagakerjaan tidak bersedia menemui kami,” ujar Ust. Didin.
Ia menambahkan bahwa pihaknya hanya diarahkan untuk berkomunikasi dengan bagian pelayanan, sementara pengambil kebijakan tidak hadir. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan tercapainya solusi yang konkret.
“Kami dihadapkan dengan bidang pelayanan, sementara pemangku kebijakan enggan menemui kami. Tentu hal ini tidak akan menghasilkan titik temu,” tegasnya.
Sebagai bentuk kekecewaan sekaligus upaya menuntut kejelasan, JSB memastikan akan menggelar aksi besar-besaran dengan melibatkan massa dari kalangan tokoh agama, santri, serta masyarakat yang tergabung dalam Jama’ah Shalawat Burdah.
Aksi tersebut diharapkan dapat mendorong pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan penjelasan terbuka serta menyelesaikan berbagai persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Penerbit: Tim Redaksi Zona TV
Tanggal: Selasa, 21 April 2026
