Dapur SPPG Dayeuh luhur Diduga Distribusikan Menu MBG Minim, Harga Bahan Pangan Disorot

 

Ciamis, Zona TV

24 Februari 2026

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, menuai sorotan. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayeuhluhur diduga mendistribusikan menu yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat serta komitmen awal dalam kontrak kerja.

Sejumlah warga dan pihak sekolah mempertanyakan kualitas serta kuantitas menu yang dibagikan kepada siswa. Dugaan juga mencuat terkait kemungkinan adanya mark-up harga pada sejumlah bahan makanan yang disalurkan.

Temuan tersebut diperoleh tim Zona TV berdasarkan dokumentasi dari salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Jatinagara, yakni SDN 2 Mulyasari. Menu yang diterima siswa dinilai minim dan tidak sebanding dengan anggaran yang dikabarkan.

Untuk mengklarifikasi hal tersebut, tim media mendatangi Dapur SPPG MBG Dayeuhluhur di Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam keterangannya, pihak SPPG melalui ahli gizi menyampaikan bahwa pengadaan bahan makanan dilakukan melalui yayasan pengelola.

“Kami hanya membeli dari yayasan, Pak. Roti satuannya kami beli Rp3.000 per potong. Susu, telur puyuh, kacang, kurma, semua sudah ditentukan harganya dan disuplai dari yayasan. Silakan tanyakan langsung ke pihak yayasan,” ujar ahli gizi SPPG saat dikonfirmasi.

Diketahui, SPPG Dayeuhluhur dikelola oleh Yayasan Nurul Falah Sedekan, beralamat di Dusun Sukawangun RT 016 RW 005, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis. Struktur pengelolanya terdiri dari Kepala SPPG Sdr. Agil Gildarila, Ahli Gizi Sdri. Ice Marselina, dan Akuntan Sdr. Achamda Turmudi.

Menindaklanjuti keterangan tersebut, tim Zona TV kemudian menemui Otong Lili yang disebut sebagai salah satu pengurus yayasan. Dalam penjelasannya, Otong menyatakan bahwa dirinya hanya memasok susu dan kurma.

“Kalau untuk roti saya kurang tahu. Silakan saja tanyakan ke Ciamis. Kalau memang harganya tidak masuk akal, wajar kalau dipertanyakan,” ujarnya.

Tim media kemudian menyampaikan bahwa harga roti yang beredar di warung sekitar rata-rata Rp2.000 per buah. Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, roti yang disalurkan melalui dapur MBG dibeli dengan harga Rp3.000 hingga Rp3.500 per buah, termasuk jenis roti tertentu.

Pernyataan tersebut semakin menguatkan dugaan adanya selisih harga yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Dengan berbekal dokumentasi dan rekaman hasil wawancara, tim Zona TV menyatakan akan menindaklanjuti dugaan mark-up harga dalam distribusi MBG di SPPG Dayeuhluhur.

Publik berharap pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) serta DPRD melalui Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat, dapat segera turun tangan melakukan evaluasi dan audit menyeluruh. Penindakan tegas dinilai penting guna menjaga integritas program MBG serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa sebagai penerima manfaat.

(Tim)

Lebih baru Lebih lama