Catatan untuk Balai Kota: Menagih Janji Perubahan di Tasikmalaya

 

Kota Tasikmalaya - zona TV 

Tasikmalaya kerap dibanggakan sebagai “Kota Resik” dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur. Namun di balik gemerlap lampu jalan protokol dan deretan bangunan modern, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

Predikat dan slogan kebanggaan seharusnya tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar tercermin dalam kondisi nyata di lapangan. Evaluasi kritis terhadap kinerja pembangunan menjadi bagian penting dalam memastikan arah perubahan yang dijanjikan benar-benar dirasakan masyarakat.

Darurat Sampah dan Tata Kota

Label “Kota Resik” kini mulai terasa ironis. Tumpukan sampah masih ditemukan di sejumlah titik, terutama di kawasan pinggiran kota. Sistem pengelolaan sampah yang belum maksimal diperparah dengan kondisi drainase yang kurang memadai.

Akibatnya, setiap hujan deras turun, genangan air atau banjir cileuncang kerap terjadi dan mengganggu aktivitas warga. Penataan kota tidak boleh hanya terfokus pada pusat pemerintahan dan kawasan protokol, sementara wilayah lain seolah terabaikan. Pemerataan pembangunan dan kebersihan harus menjadi prioritas yang menyeluruh.

Ketimpangan Ekonomi dan Kemiskinan

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang diklaim meningkat belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat, Tasikmalaya masih menghadapi tantangan serius dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Kebijakan pemerintah daerah diharapkan lebih konkret dalam mendukung pemberdayaan UMKM lokal, bukan sekadar seremonial atau program simbolis. Dukungan akses permodalan, pendampingan usaha, hingga perluasan pasar harus menjadi langkah nyata agar pelaku usaha kecil benar-benar naik kelas.

Menagih Keberanian untuk Berbenah

Sudah saatnya kita berhenti terpukau pada penghargaan di atas kertas, sementara realitas di lapangan menunjukkan pekerjaan rumah yang belum tuntas. Kepemimpinan di Balai Kota bukan sekadar soal menjaga protokoler dan citra, melainkan keberanian untuk membedah persoalan mendasar yang telah lama mengakar.

Masyarakat menanti langkah konkret, kebijakan yang berpihak, serta transparansi dalam penyelesaian masalah. Perubahan bukan sekadar janji kampanye, tetapi tanggung jawab moral yang harus diwujudkan dalam kerja nyata.

Oleh:

Eman Sulaeman

Bidang Polkam PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya

Kontributor: Chevi Pirman

Editor           : Cevi Supriatna

Lebih baru Lebih lama