ZonaTV Nasional | Kepulauan Aru, Maluku
Wartawan: Elisa Warkor
Persiapan pemberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, untuk musim haji 1448 Hijriah atau tahun 2027 Masehi terus dimatangkan. Hingga Selasa, 20 Oktober 2026, tingkat kesiapan penyelenggaraan ibadah haji di daerah tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.
Capaian tersebut menjadi perkembangan positif bagi 16 jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Aru yang kini tengah mempersiapkan diri untuk menunaikan salah satu rukun Islam di Tanah Suci. Sejumlah tahapan penting telah dilaksanakan, mulai dari penyelesaian dokumen perjalanan, administrasi kependudukan, manasik haji, hingga pemeriksaan kesehatan.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tahapan yang perlu dituntaskan, terutama berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan lanjutan serta penetapan resmi pemerintah pusat mengenai biaya pelunasan dan jadwal keberangkatan jemaah haji tahun 2027.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru, Fahrul Beder, menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).
Menurut Fahrul, penyelesaian berbagai persyaratan awal merupakan bagian penting dalam memastikan setiap calon jemaah memiliki kesiapan administrasi sebelum memasuki tahapan pemberangkatan.
SELURUH DOKUMEN PERJALANAN TELAH SELESAI
Fahrul menjelaskan bahwa sebanyak 16 calon jemaah haji asal Kabupaten Kepulauan Aru telah menyelesaikan dokumen perjalanan, termasuk paspor dan kelengkapan administrasi kependudukan yang diperlukan.
Penyelesaian dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan mendasar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dengan kelengkapan administrasi yang telah terpenuhi, perhatian selanjutnya diarahkan pada pemantapan pengetahuan ibadah, kesiapan kesehatan, serta pemenuhan ketentuan lain yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, seluruh dokumen jemaah calon haji sudah selesai. Saat ini, tahapan yang sedang dilaksanakan adalah manasik haji mandiri untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada jemaah sebelum menjalankan ibadah haji,” ujar Fahrul.
Manasik haji memiliki peran penting dalam membekali jemaah agar memahami tata cara pelaksanaan ibadah, mulai dari persiapan keberangkatan, rangkaian rukun dan wajib haji, hingga berbagai ketentuan yang perlu diperhatikan selama berada di Tanah Suci.
Bagi calon jemaah, pemahaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga menyangkut kedisiplinan, kesabaran, kemampuan mengikuti arahan petugas, serta kesiapan menghadapi situasi yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, tahapan manasik diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh calon jemaah. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, jemaah diharapkan mampu menjalankan ibadah secara tertib, mandiri sesuai kemampuannya, dan mengikuti ketentuan penyelenggaraan haji yang berlaku.
PEMERIKSAAN KESEHATAN MEMASUKI TAHAP LANJUTAN
Selain kelengkapan dokumen dan pelaksanaan manasik, aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam persiapan keberangkatan calon jemaah haji Kepulauan Aru.
Fahrul menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan tahap pertama dan kedua telah dilaksanakan. Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan kejiwaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di RSU Cendrawasih Dobo.
Tahapan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian penting untuk mengetahui kondisi calon jemaah sekaligus mendukung pemenuhan persyaratan kesehatan sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji.
Ibadah haji merupakan kegiatan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik dan mental. Jemaah akan menghadapi perjalanan panjang, perubahan lingkungan, aktivitas berjalan kaki, serta kepadatan kegiatan pada sejumlah rangkaian ibadah.
Oleh sebab itu, kesiapan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama, baik bagi calon jemaah maupun petugas yang mendampingi proses persiapan.
Calon jemaah juga diharapkan terbuka dalam menyampaikan kondisi kesehatannya kepada tenaga medis, mengikuti arahan pemeriksaan, serta menjalankan rekomendasi kesehatan yang diberikan.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara bertahap, kondisi setiap calon jemaah diharapkan dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat sebelum keberangkatan.
JADWAL KEBERANGKATAN MASIH MENUNGGU PENETAPAN PEMERINTAH PUSAT
Meski sebagian besar tahapan persiapan telah berjalan, kepastian mengenai jadwal keberangkatan dan biaya pelunasan haji tahun 2027 masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat.
Fahrul menjelaskan bahwa waktu keberangkatan jemaah asal Maluku nantinya akan menyesuaikan penetapan kelompok terbang atau kloter serta gelombang pemberangkatan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Apabila jemaah masuk dalam gelombang pertama, keberangkatan diperkirakan berlangsung pada April 2027. Sementara itu, apabila masuk gelombang kedua, pemberangkatan diperkirakan berlangsung pada akhir April hingga awal Mei 2027.
Namun, perkiraan tersebut belum merupakan jadwal final. Kepastian waktu keberangkatan tetap bergantung pada keputusan resmi pemerintah dan pengaturan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah.
“Untuk kesiapan pelaksanaan ibadah haji Kabupaten Kepulauan Aru, saat ini sudah sekitar 80 persen. Kami berharap seluruh tahapan berjalan lancar hingga waktu pemberangkatan nanti,” katanya.
Menunggu penetapan resmi tersebut, pihak penyelenggara di daerah diharapkan terus memantau perkembangan kebijakan sekaligus memastikan seluruh calon jemaah memperoleh informasi yang benar dan tidak simpang siur.
Kejelasan informasi mengenai jadwal, pelunasan biaya, ketentuan kesehatan, serta teknis perjalanan menjadi hal penting agar jemaah dan keluarga dapat menyusun persiapan secara lebih terarah.
USIA JAMAAH BERAGAM, KEBUGARAN MENJADI PERHATIAN
Dari sisi usia, Fahrul menyebutkan bahwa sebagian besar calon jemaah haji Kabupaten Kepulauan Aru berusia di bawah 65 tahun. Hanya satu orang yang berusia di atas 65 tahun.
Jemaah tertua tercatat berusia 68 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 23 tahun, yakni Salsabila.
Perbedaan usia tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga kebugaran seluruh calon jemaah. Setiap orang memiliki kondisi fisik dan kemampuan yang berbeda sehingga persiapan kesehatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Calon jemaah yang berusia lebih muda tetap perlu menjaga stamina dan kedisiplinan, sementara jemaah lanjut usia perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh serta mengikuti arahan tenaga kesehatan.
Dalam konteks ini, kesiapan menuju Tanah Suci bukan hanya ditentukan oleh selesainya dokumen perjalanan. Kesiapan fisik, mental, pemahaman manasik, dan kepatuhan terhadap ketentuan kesehatan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan ibadah.
Pemeriksaan kesehatan dan kegiatan kebugaran yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan membantu jemaah mempersiapkan diri secara lebih optimal.
PEMKAB KEPULAUAN ARU DAPAT APRESIASI
Dalam keterangannya, Fahrul turut menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru yang selama ini membantu pembiayaan transportasi, akomodasi, dan konsumsi jemaah selama perjalanan pergi-pulang dari Dobo menuju embarkasi dan kembali ke Dobo.
Dukungan tersebut dinilai membantu meringankan kebutuhan perjalanan jemaah, khususnya karena calon jemaah berasal dari wilayah kepulauan yang membutuhkan pengaturan transportasi dan koordinasi perjalanan secara cermat.
Bagi masyarakat di daerah kepulauan, perjalanan menuju embarkasi tidak selalu sesederhana perjalanan dari satu kota ke kota lain melalui jalur darat. Pengaturan waktu, moda transportasi, tempat transit, akomodasi, serta kebutuhan konsumsi perlu diperhitungkan dengan baik agar perjalanan dapat berlangsung tertib.
Dalam kondisi demikian, sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perjalanan calon jemaah.
Fahrul menjelaskan bahwa bantuan pemerintah daerah tersebut mencakup kebutuhan transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama perjalanan pergi-pulang sesuai dukungan yang diberikan.
Sementara itu, biaya kebutuhan pribadi selama berada di Tanah Suci, termasuk kebutuhan selama di Makkah dan Madinah, tetap menjadi tanggung jawab masing-masing jemaah sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya dukungan tersebut, calon jemaah diharapkan dapat lebih berkonsentrasi pada persiapan ibadah, menjaga kondisi kesehatan, dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan ibadah haji memerlukan koordinasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kementerian Agama, fasilitas kesehatan, hingga keluarga jemaah.
DOMISILI DI LUAR DAERAH MENJADI TANTANGAN KOORDINASI
Di balik perkembangan persiapan yang telah mencapai sekitar 80 persen, Fahrul mengakui bahwa terdapat sejumlah kendala yang masih membutuhkan perhatian.
Salah satunya adalah keberadaan beberapa calon jemaah yang berdomisili atau bekerja di luar daerah. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi tambahan, terutama untuk memastikan penyelesaian administrasi dan kehadiran jemaah dalam tahapan pemeriksaan kesehatan.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara karena setiap tahapan memiliki jadwal dan persyaratan yang perlu dipenuhi. Komunikasi yang efektif antara petugas dan calon jemaah menjadi penting agar tidak ada informasi yang terlewat.
Fahrul menyampaikan bahwa komunikasi antara pihak Kementerian Agama dan para calon jemaah tetap berjalan dengan baik.
Para calon jemaah diharapkan terus menjalin komunikasi dengan petugas, memperbarui informasi apabila terdapat perubahan domisili atau pekerjaan, serta hadir sesuai jadwal pemeriksaan dan kegiatan persiapan yang telah ditentukan.
Koordinasi sejak dini dapat membantu mengurangi potensi keterlambatan dan memberikan kesempatan bagi petugas untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan administrasi maupun kesehatan.
Dengan demikian, sisa tahapan persiapan diharapkan dapat diselesaikan secara teratur tanpa menimbulkan kendala berarti menjelang keberangkatan.
OLAHRAGA RUTIN UNTUK MENJAGA STAMINA CALON JAMAAH
Selain manasik dan pemeriksaan kesehatan, para calon jemaah haji Kabupaten Kepulauan Aru juga secara rutin mengikuti kegiatan olahraga dan senam kebugaran setiap hari Sabtu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan petugas kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebugaran jasmani calon jemaah sebelum menjalani rangkaian ibadah haji.
Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu calon jemaah membangun kebiasaan hidup sehat. Meski demikian, jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta kemampuan masing-masing peserta.
Bagi calon jemaah yang memiliki keterbatasan fisik atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan agar kegiatan kebugaran dilakukan secara aman.
Persiapan fisik menjadi penting karena rangkaian ibadah haji dapat melibatkan aktivitas berjalan kaki dalam jarak tertentu, pergerakan di tengah kerumunan, serta perubahan cuaca dan pola aktivitas sehari-hari.
Karena itu, kegiatan olahraga rutin diharapkan tidak hanya menjadi agenda menjelang keberangkatan, tetapi juga mendorong calon jemaah untuk menjaga kebugaran secara berkelanjutan.
Di samping olahraga, pola makan seimbang, istirahat cukup, kepatuhan terhadap pengobatan apabila diperlukan, dan pemeriksaan kesehatan berkala juga merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh.
Kesiapan fisik yang baik akan membantu jemaah menjalani aktivitas ibadah sesuai kemampuan masing-masing dan mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.
MENUNTASKAN SISA 20 PERSEN PERSIAPAN
Capaian kesiapan sekitar 80 persen menunjukkan bahwa sebagian tahapan penting telah dilaksanakan. Namun, angka tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum keberangkatan.
Penyelesaian pemeriksaan kesehatan lanjutan, pemantapan manasik, pemantauan kebijakan pemerintah pusat, serta koordinasi terhadap calon jemaah yang berada di luar daerah menjadi bagian dari pekerjaan berikutnya.
Seluruh tahapan tersebut perlu dijalankan secara cermat agar calon jemaah tidak hanya siap dari sisi administrasi, tetapi juga memiliki pemahaman ibadah dan kondisi kesehatan yang sesuai dengan persyaratan.
Bagi masyarakat Kepulauan Aru, keberangkatan 16 calon jemaah haji pada musim haji 2027 bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Peristiwa tersebut juga merupakan kesempatan bagi para jemaah untuk menunaikan ibadah yang telah dipersiapkan dengan waktu, tenaga, dan pengorbanan.
Karena itu, dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, serta instansi penyelenggara diharapkan terus berjalan hingga seluruh proses pemberangkatan selesai.
Di sisi lain, calon jemaah diharapkan tidak mengabaikan setiap tahapan hanya karena sebagian besar dokumen telah dinyatakan lengkap. Pemeriksaan kesehatan, manasik, dan kepatuhan terhadap jadwal tetap perlu menjadi prioritas.
Dengan koordinasi yang baik, informasi yang jelas, dan kedisiplinan seluruh pihak, sisa persiapan diharapkan dapat diselesaikan secara optimal.
HARAPAN SELURUH JAMAAH BERANGKAT DALAM KONDISI SIAP
Menutup keterangannya, Fahrul berharap seluruh calon jemaah haji Kabupaten Kepulauan Aru dapat menjaga kesehatan, mengikuti seluruh tahapan persiapan, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental.
Ia juga berharap proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dapat berjalan lancar, mulai dari penyelesaian persyaratan hingga keberangkatan dan kepulangan jemaah ke daerah asal.
“Kami berharap seluruh proses dari persiapan dokumen hingga pemberangkatan berjalan lancar tanpa hambatan. Semoga jemaah calon haji Kabupaten Kepulauan Aru dapat melaksanakan ibadah dengan baik, aman, dan lancar, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” tutupnya.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, 16 calon jemaah haji asal Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan dapat berangkat menuju Tanah Suci dengan persiapan yang memadai, mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku, serta menjalankan ibadah secara khusyuk.
Perjalanan menuju haji yang mabrur tentu membutuhkan ikhtiar, kedisiplinan, dan doa. Oleh karena itu, penyelesaian setiap tahapan persiapan menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran ibadah para calon jemaah pada musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
EW/RED
ZonaTV Nasional
Portal berita: www.zonatvnasional.com
