Ledakan di Kawasan Dadaha Gegerkan Warga, Polisi Amankan Tiga Orang dan Dalami Penyebab Kejadian


Tasikmalaya, Zona TV Nasional – Suasana di kawasan sekitar UPTD Dadaha, Kota Tasikmalaya, mendadak geger setelah terdengar suara ledakan pada Sabtu malam. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga dan para pedagang di sekitar lokasi, hingga aparat Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota bergerak cepat melakukan penanganan serta penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 23.00 WIB terkait adanya permasalahan yang melibatkan sejumlah pedagang. Tidak lama setelah laporan diterima, terjadi peristiwa ledakan yang langsung mendapat respons dari aparat kepolisian.

"Setelah menerima laporan, kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP bersama personel, termasuk didampingi rekan-rekan dari Brimob. Hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan kami sampaikan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai," ujar AKBP Andi Purwanto.

Menurut Kapolres, penyidik saat ini masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan guna memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.

Dalam proses penyelidikan sementara, kepolisian telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengungkap kronologi dan memastikan ada atau tidaknya keterkaitan para pihak dengan peristiwa tersebut.

Meski sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, Kapolres memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban, saling memahami, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, sehingga situasi kondusif di Kota Tasikmalaya tetap terjaga," tambahnya.


Di sisi lain, Ketua RT 02 RW 13 Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, H. Ade Mumu, mengungkapkan bahwa salah seorang warga berinisial A yang saat ini turut dimintai keterangan oleh kepolisian diketahui merupakan pendatang yang baru sekitar dua bulan mengontrak di lingkungan tersebut.

"Yang bersangkutan merupakan warga asal Gunung Koneng, sudah berkeluarga, dan baru sekitar dua bulan tinggal di sini. Sepengetahuan kami memang belum ada laporan kedatangan kepada pengurus RT," kata H. Ade Mumu.

Ia juga membenarkan bahwa aparat kepolisian telah melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang ditempati A. Saat penggeledahan berlangsung, di lokasi hanya terdapat istri yang bersangkutan.

Menurutnya, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang dianggap perlu didalami lebih lanjut, di antaranya sebuah buku bertema jihad dan sebuah bedil mimis.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota belum menyatakan adanya hubungan antara barang-barang yang diamankan tersebut dengan peristiwa ledakan di kawasan Dadaha. Seluruh barang bukti masih berada dalam proses pemeriksaan laboratorium maupun pendalaman oleh penyidik.

Kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta secara utuh.

Wartawan: Randi Yunantan.

Lebih baru Lebih lama