ALIANSI PEDULI LINGKUNGAN HIDUP TASIKMALAYA GAUNGKAN GERAKAN HIJAU

 


Tanam Pohon di Masjid dan Dorong Kolaborasi Lingkungan Berkelanjutan

Tasikmalaya, 5 Juni 2026 – Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya untuk memperkuat gerakan kolektif penyelamatan lingkungan melalui audiensi lintas sektor sekaligus aksi nyata penghijauan di sejumlah kawasan masjid di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kolaboratif tersebut dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari Komisi III DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPJS Ketenagakerjaan, Bappelitbangda, asosiasi pengusaha, hingga para pegiat lingkungan hidup. Audiensi tersebut menjadi ruang dialog terbuka dalam membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat guna menghadapi tantangan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks.

Tidak hanya berhenti pada diskusi formal, Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya juga melakukan aksi konkret berupa penanaman pohon di sejumlah lingkungan masjid. Gerakan tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus ajakan moral agar ruang-ruang ibadah tidak hanya menjadi pusat spiritualitas, tetapi juga pusat gerakan sosial dan kesadaran ekologis masyarakat.

Ketua Koordinator Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya, Asep Solehudin Devo, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup tidak boleh dipandang sebatas agenda seremonial tahunan. Menurutnya, persoalan lingkungan merupakan ancaman nyata yang membutuhkan keterlibatan semua pihak secara konsisten dan berkelanjutan.

“Menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui diskusi dan seremoni peringatan semata. Harus ada aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Penanaman pohon di lingkungan masjid ini merupakan simbol kesadaran sekaligus langkah konkret dalam menjaga keseimbangan alam,” ujar Asep Devo.

Ia menambahkan, gerakan penghijauan di kawasan masjid memiliki makna strategis karena masjid merupakan pusat aktivitas sosial masyarakat yang memiliki pengaruh besar dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi sosial kemasyarakatan. Dari masjid, kesadaran menjaga bumi dapat ditanamkan kepada generasi muda dan masyarakat luas. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga investasi kehidupan bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Dalam audiensi tersebut, sejumlah unsur pemerintah dan stakeholder yang hadir turut memberikan apresiasi atas konsistensi para pegiat lingkungan hidup dalam mengawal isu pelestarian alam di Tasikmalaya. Mereka berharap gerakan seperti ini dapat terus diperluas menjadi program bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.

Penanaman pohon di kawasan masjid dinilai memiliki manfaat ekologis jangka panjang, mulai dari peningkatan kualitas udara, penyerapan air tanah, pengurangan suhu panas perkotaan, hingga menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya juga mendorong lahirnya kebijakan dan program kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas pemuda dalam berbagai agenda penghijauan, pengelolaan sampah, pengurangan pencemaran, serta edukasi lingkungan hidup berbasis masyarakat.

Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan ekosistem, perubahan iklim, dan persoalan sampah yang menjadi tantangan global, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga bumi sebagai warisan kehidupan.

Gerakan hijau yang digaungkan Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya menjadi pesan moral bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen bangsa demi keberlangsungan hidup generasi masa depan.

“Tanam Pohon Hari Ini, Wariskan Kehidupan untuk Generasi Nanti.”

Wartawan: Randi Yunantan

Lebih baru Lebih lama