Kota Tasikmalaya, 2 Juni 2026 — Kondisi sejumlah ruas jalan berlubang di kawasan pusat Kota Tasikmalaya kembali menuai sorotan publik. Ketua Koordinator Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya, Asep Solehudin Devo, menilai kerusakan infrastruktur jalan di wilayah perkotaan tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele, karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat serta citra wajah kota.
Menurut Asep Devo, masih ditemukannya jalan rusak di area strategis perkotaan menunjukkan perlunya perhatian lebih serius terhadap pemeliharaan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari. Ia menegaskan, kawasan pusat kota semestinya menjadi representasi kemajuan pembangunan, ketertiban tata ruang, serta kenyamanan lingkungan bagi warga maupun pengguna jalan dari luar daerah.
“Jalan berlubang bukan hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, merusak kendaraan, hingga menurunkan kualitas mobilitas masyarakat. Sangat disayangkan apabila kondisi seperti ini masih ditemukan di tengah kota,” ujar Asep Devo kepada wartawan.
Ia menambahkan, kerusakan jalan yang dibiarkan terlalu lama dapat memunculkan kesan lemahnya pengawasan dan lambannya penanganan terhadap fasilitas publik. Menurutnya, pemerintah daerah perlu bergerak cepat sebelum kerusakan meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika sudah muncul korban kecelakaan atau kerusakan yang semakin parah. Jalan yang aman dan layak adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi,” tegasnya.
Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya juga mendorong instansi terkait untuk segera melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap titik-titik jalan yang mengalami kerusakan, khususnya di kawasan padat aktivitas masyarakat dan pusat perekonomian kota.
Selain perbaikan sementara melalui penambalan, pihaknya meminta adanya evaluasi terhadap kualitas konstruksi jalan, sistem drainase, serta pola pemeliharaan berkala agar kerusakan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan maupun akibat tingginya intensitas kendaraan.
Asep Devo menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari hadirnya proyek-proyek besar, melainkan juga dari konsistensi pemerintah dalam menjaga kualitas fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari.
“Kota yang baik bukan hanya terlihat megah dari pembangunan fisiknya, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat. Jangan biarkan jalan berlubang menjadi simbol pembiaran terhadap pelayanan publik,” ungkapnya.
Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan terukur agar kondisi infrastruktur jalan di Kota Tasikmalaya menjadi lebih baik, tertata, serta mencerminkan kota yang peduli terhadap keselamatan masyarakat dan kualitas lingkungan perkotaan.
Wartawan: Randi Yunantan
Penerbit: zonatvnasional.com
