Tasikmalaya — Komunitas olahraga tinju Salem Boxing Kota Tasikmalaya terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus penggerak pola hidup sehat di tengah masyarakat. Mengusung slogan “Malot” atau akronim dari “Maju Ka Kolot”, komunitas ini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif berolahraga, menjaga kebugaran, dan meraih prestasi.
Kegiatan latihan Salem Boxing rutin dilaksanakan di kawasan Sawah Lempay, depan Gabuci, Kota Tasikmalaya. Untuk kelas “Malot”, latihan digelar setiap Senin dan Rabu dengan peserta yang didominasi usia 35 hingga 50 tahun. Sementara itu, kelas pelajar dilaksanakan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu sebagai bagian dari pembinaan atlet usia muda.
Pelatih Salem Boxing, Andri, mengatakan bahwa semangat utama yang dibangun dalam komunitas tersebut bukan hanya tentang kemampuan bertanding, melainkan juga membentuk gaya hidup sehat, disiplin, dan solidaritas antaranggota.
“Walaupun usia tidak muda lagi, semangat teman-teman di kelas Malot sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa olahraga bisa dilakukan siapa saja tanpa mengenal usia,” ujarnya saat ditemui di lokasi latihan.
Tidak hanya fokus pada olahraga rekreasi masyarakat, Salem Boxing juga aktif mencetak atlet berprestasi. Sejumlah medali berhasil diraih dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat Kota Tasikmalaya maupun tingkat Jawa Barat. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus berkembang dan membawa nama baik daerah melalui cabang olahraga tinju.
Pelatih lainnya, Toink dan Wisnu, menambahkan bahwa pembinaan terhadap pelajar terus diperkuat guna melahirkan bibit-bibit atlet potensial di masa mendatang. Menurut mereka, olahraga tinju tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membangun karakter dan mental generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki kegiatan yang positif dan terarah. Tinju bukan hanya soal fisik, tetapi juga melatih mental, disiplin, sportivitas, dan rasa tanggung jawab,” ungkap mereka.
Keberadaan Salem Boxing mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena dinilai mampu menjadi ruang pembinaan olahraga yang sehat, positif, dan inklusif. Selain mempererat kebersamaan lintas usia, komunitas ini juga menjadi contoh bahwa olahraga dapat menjadi sarana membangun semangat hidup sehat dan produktif di tengah masyarakat.
Diterbitkan oleh: Team Redaksi Zona TV
