Kota Tasikmalaya, 4 Mei 2026 — Zona TV
Aliansi Masyarakat Bungursari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M. (KDM), atas respons cepat dan langkah konkret dalam menindaklanjuti persoalan akses jalan menuju SMA Negeri 11 Tasikmalaya.
Sebelumnya, pada Jumat, 24 April 2026, Aliansi Bungursari menggelar aksi di Bale Kota Tasikmalaya serta di ruas Jalan Mangin, yang berada di sekitar zona menuju SMA Negeri 11 Tasikmalaya. Aksi tersebut bertujuan menarik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap kondisi akses menuju sekolah yang hingga saat itu belum tersedia secara memadai, lantaran lokasi sekolah dikelilingi oleh lahan milik pribadi tanpa akses jalan resmi.
Dalam aksi tersebut, salah satu orator, Cevi Supriatna, menyoroti dampak serius dari persoalan tersebut terhadap keberlangsungan pendidikan. Ia menyampaikan kekhawatiran atas masa depan peserta didik yang hendak menempuh pendidikan di SMA Negeri 11 Tasikmalaya, namun terhambat oleh keterbatasan akses infrastruktur dasar.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi konkret. Ini bukan hanya soal jalan, tetapi tentang hak generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak dan mudah dijangkau,” ujar Cevi dalam orasinya.
Lebih lanjut, Cevi mempertanyakan aspek perencanaan pembangunan sekolah negeri yang dinilai belum mempertimbangkan aspek aksesibilitas secara komprehensif. Ia mendorong agar dilakukan audit menyeluruh oleh pihak berwenang guna memastikan transparansi serta akuntabilitas kebijakan pembangunan tersebut, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Perjuangan tersebut berbuah hasil. Informasi mengenai kondisi tersebut sampai ke Kementerian Pendidikan serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada Senin, 4 Mei 2026, Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi SMA Negeri 11 Tasikmalaya untuk meninjau kondisi faktual di lapangan.
Dalam kunjungannya, Gubernur melakukan dialog dengan berbagai pihak dan memastikan bahwa akses jalan menuju sekolah memang belum tersedia secara memadai, meskipun sebelumnya sempat ada janji penyediaan akses yang belum terealisasi.
Dalam pernyataannya, Gubernur menegaskan komitmennya untuk segera membiayai pembangunan akses jalan tersebut. Pernyataan itu disambut antusias oleh siswa, masyarakat, dan seluruh pihak yang hadir di lokasi.
Menanggapi hal tersebut, Cevi Supriatna menyatakan bahwa langkah cepat yang diambil Gubernur merupakan bentuk nyata kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami bergerak atas dasar aspirasi warga. Alhamdulillah, Pak KDM merespons dengan sangat cepat, turun langsung ke lapangan, dan memberikan solusi konkret. Ini menjadi anugerah bagi masyarakat Bungursari,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk para ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kecamatan Bungursari yang tergabung dalam aliansi, atas dukungan moral dan partisipasi aktif dalam mengawal aspirasi publik.
“Semoga seluruh ikhtiar ini mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Cevi kembali menegaskan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Barat atas kesediaannya turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah solutif.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur KDM yang telah menyaksikan langsung kondisi di lapangan dan berkomitmen membiayai pembangunan akses jalan menuju SMA Negeri 11 Tasikmalaya. Ini adalah langkah luar biasa,” tegasnya.
Diketahui, perjuangan Aliansi Bungursari dalam mengawal persoalan ini telah melalui proses panjang. Sebelum menggelar aksi, aliansi telah menempuh pendekatan persuasif melalui sejumlah forum audiensi, antara lain di Aula Kantor Kecamatan Bungursari serta Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah XII. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya ditempuh langkah aksi terbuka sebagai bentuk tekanan publik.
Langkah ini menjadi refleksi penting tentang urgensi perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga menjamin aksesibilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Penerbit: Tim Redaksi Zona TV
