ZonaTV, Ambon, Maluku
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali menorehkan capaian akademik dengan mengukuhkan enam profesor baru dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas. Prosesi pengukuhan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, dan berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung Rektorat Unpatti, Rabu (11/02/2026). Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Provinsi Maluku.
Kehadiran Wakil Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas akademik perguruan tinggi. Pengukuhan enam guru besar ini dinilai sebagai langkah penting untuk memperkokoh posisi Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia.
Adapun enam akademisi yang dikukuhkan sebagai profesor yakni Prof. Dr. Henry Junus Wattimanella, S.Si., M.Si., dalam bidang Statistika Spasial pada Fakultas Sains dan Teknologi; Prof. Dr. Imanuel Berly Delvis Kapelle, S.Si., M.Si., di bidang Kimia Bahan Alam pada fakultas yang sama; serta Prof. Dr. Wilma Akihary, S.Pd., M.Hum., dengan kepakaran Pendidikan Bahasa dan Linguistik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Selanjutnya, Prof. Dr. Wilma Latuny, S.T., M.Si., M.Phil., Ph.D., dikukuhkan sebagai profesor di bidang Kecerdasan Buatan pada Fakultas Teknik; Prof. Dr. Ir. Pieter Thomas Berhitung, S.T., M.T., dalam bidang Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik; serta Prof. Dr. Kalvin Kurnia, M.Pd., dengan kepakaran Didaktik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dalam sambutannya, Abdullah Vanath menyampaikan bahwa bertambahnya jumlah guru besar merupakan indikator kemajuan institusi pendidikan tinggi sekaligus investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik akan berdampak langsung terhadap mutu lulusan dan daya saing generasi muda Maluku.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan. Karena itu, keberadaan profesor diharapkan tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga mendorong lahirnya riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Vanath juga menekankan bahwa ilmu pengetahuan memiliki nilai yang melampaui jabatan formal. Ilmu, katanya, akan senantiasa menjadi sumber kehormatan sekaligus kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada para profesor yang baru dikukuhkan dan berharap mereka terus berkarya melalui penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi teladan bagi mahasiswa dan akademisi muda di Maluku.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan Surat Keputusan pengangkatan profesor, penyampaian orasi ilmiah oleh masing-masing guru besar, pengalungan tanda kehormatan akademik, hingga penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol pencapaian akademik tertinggi.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Ambon, Rektor Universitas Pattimura, Ketua Senat Universitas Pattimura, serta jajaran civitas akademika yang memberikan apresiasi atas capaian tersebut. (MIRA)

