ZonaTV, Kepulauan Aru, Maluku
Wartawan: Elisa Warkor, S.H.
DOBO — Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, mengukuhkan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kepulauan Aru periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut berlangsung di Cafe Gospel Dobo pada pekan kemarin.
Pengukuhan kepengurusan baru KORMI ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperluas gerakan olahraga masyarakat hingga ke tingkat desa, komunitas, sekolah, kepemudaan, serta berbagai kelompok masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam sambutannya, Wabup Mohammad Djumpa meminta pengurus KORMI yang baru dikukuhkan agar segera bergerak dan menjalankan program secara nyata di tengah masyarakat.
“Saya mau sampaikan kepada bapak ibu sekalian pengurus KORMI yang baru dilantik agar terus aktif usai bapak ibu dikukuhkan. Tolong memasyarakatkan olahraga rekreasi dan olahraga tradisional di tengah masyarakat kita di Kepulauan Aru ini, agar kita dapat sejajar dengan daerah lain di NKRI ini,” pesan Wabup.
Menurut Mohammad Djumpa, KORMI merupakan organisasi keolahragaan nasional yang memiliki peran penting dalam menghimpun berbagai induk organisasi olahraga rekreasi masyarakat di Indonesia.
“KORMI ini adalah wadahnya organisasi keolahragaan nasional. Jadi organisasi ini menghimpun olahraga rekreasi masyarakat di Indonesia,” jelasnya.
KORMI Bukan Sekadar Olahraga, Tetapi Gerakan Masyarakat
Wabup menjelaskan, keberadaan KORMI memiliki karakteristik yang berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Jika KONI lebih berorientasi pada pembinaan olahraga prestasi, atlet, kompetisi, dan pencapaian medali, maka KORMI memiliki ruang pengabdian yang lebih luas melalui pengembangan olahraga masyarakat, olahraga rekreasi, serta olahraga tradisional.
Orientasi tersebut mencakup peningkatan kesehatan, kebugaran, kegembiraan, interaksi sosial sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Pada momen ini, saya mendorong pengurus KORMI yang baru agar memasyarakatkan olahraga rekreasi dan tradisional, sehingga tingkat kebugaran serta kesehatan warga menjadi meningkat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Wabup Djumpa.
Menurut pandangan tersebut, olahraga masyarakat seharusnya tidak dipahami semata-mata sebagai kegiatan fisik. Olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat, membangun komunikasi antarkelompok, memperkuat solidaritas dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat.
Di sinilah KORMI memiliki posisi strategis. Ketika olahraga dapat hadir secara rutin di lingkungan masyarakat, maka manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki kemampuan menjadi atlet, tetapi juga oleh masyarakat umum yang membutuhkan ruang aktivitas sehat, rekreatif dan produktif.
Pemkab Aru Dorong KORMI Bangun Kolaborasi
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, kata Wabup, berkomitmen mendukung program kerja KORMI ke depan.
Pengurus KORMI diharapkan mampu menyusun program yang menjangkau masyarakat secara luas dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas lokal, sekolah, organisasi kepemudaan, karang taruna hingga pihak swasta.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kegiatan olahraga masyarakat tidak berhenti pada agenda tertentu, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.
Olahraga masyarakat juga memiliki dimensi sosial yang cukup kuat. Kegiatan olahraga yang dilakukan secara bersama-sama dapat menciptakan ruang interaksi yang sehat sekaligus menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan energi ke arah yang positif.
“Melalui kegiatan olahraga masyarakat, energi generasi muda dapat diarahkan secara berjenjang kepada kegiatan yang positif dan produktif. Ini juga menjadi salah satu upaya untuk menekan angka kriminalitas maupun perilaku negatif di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dari Kampung hingga FORNAS
Wabup Mohammad Djumpa juga berharap KORMI Kabupaten Kepulauan Aru mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai ajang olahraga masyarakat, mulai dari Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (FORKAB), tingkat provinsi melalui FORPROV, hingga tingkat nasional melalui FORNAS.
Keikutsertaan dalam berbagai festival tersebut bukan hanya mengenai kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi olahraga masyarakat dan kekayaan budaya Kepulauan Aru kepada masyarakat yang lebih luas.
Opini redaksi: Bagi daerah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Aru, pengembangan olahraga masyarakat justru dapat menjadi kekuatan tersendiri. Berbagai permainan tradisional, aktivitas olahraga berbasis komunitas dan potensi budaya lokal dapat dikemas menjadi kegiatan yang menarik, sehat sekaligus memiliki nilai pelestarian budaya.
Karena itu, tantangan KORMI ke depan bukan sekadar memperbanyak kegiatan, melainkan bagaimana memastikan olahraga masyarakat benar-benar tumbuh dari masyarakat dan kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.
Jika program tersebut mampu berjalan secara konsisten, KORMI tidak hanya menjadi organisasi yang aktif ketika ada festival atau agenda tertentu, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu instrumen pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.
Apresiasi untuk KORMI Provinsi Maluku
Pada kesempatan tersebut, Wabup Mohammad Djumpa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum KORMI Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, beserta jajaran yang telah hadir dalam kegiatan pengukuhan tersebut.
Wabup berharap dukungan, pembinaan dan arahan dari KORMI Provinsi Maluku terus diberikan kepada KORMI Kabupaten Kepulauan Aru agar program organisasi dapat berjalan secara baik, terarah dan berjenjang.
Kepada Ketua dan seluruh pengurus KORMI Kabupaten Kepulauan Aru periode 2026–2031, Wabup menyampaikan ucapan selamat sekaligus berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga pengurus KORMI yang baru dapat menjalankan tugas dan pengabdian dengan amanah demi peningkatan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan olahraga di tengah masyarakat, sehingga Kabupaten Kepulauan Aru menjadi lebih baik,” harapnya.
Dihadiri Unsur Pemerintah dan Organisasi Olahraga
Pengukuhan KORMI Kabupaten Kepulauan Aru tersebut turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum KORMI Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa bersama jajaran.
Hadir pula pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK beserta organisasi perempuan, Plh. Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, pimpinan OPD teknis, Ketua Umum KONI, para pembina KORMI, serta ketua Induk Organisasi Olahraga (Inorga) se-Kabupaten Kepulauan Aru.
Dengan terbentuknya kepengurusan KORMI periode 2026–2031, masyarakat kini menunggu pembuktian melalui program-program konkret. Ukuran keberhasilan KORMI bukan hanya terlihat dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi sejauh mana olahraga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kepulauan Aru.
Wartawan: Elisa Warkor, S.H.
Editor : Pemimpin Redaksi
