Distribusi Air Bersih Kurang Memadai, PDAM Gwar Gwamar Siapkan Langkah Strategis Hadapi Musim Kemarau

 


WARTAWAN: ELISA WARKOR

KEPULAUAN ARU, Zona TV – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gwar Gwamar Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, mengakui pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat dan pelanggan belum berjalan secara maksimal menyusul kondisi kekeringan yang menyebabkan penurunan debit sejumlah sumber air.

Direktur PDAM Gwar Gwamar Dobo, Abraham Mangar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelanggan atas kondisi tersebut. Menurutnya, keterbatasan pasokan air saat ini tidak terlepas dari faktor alam berupa musim kemarau, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air baku.

“Atas nama seluruh karyawan dan dewan pengawas, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan pelanggan PDAM karena pelayanan kami mungkin kurang maksimal. Kondisi ini bukan sesuatu yang disengaja, tetapi memang akibat kondisi kekeringan yang terjadi,” ujar Abraham kepada awak media, pekan lalu.

Kekeringan dan Kerusakan Pompa Pengaruhi Distribusi

Abraham menjelaskan, selain menurunnya debit sumber air, persoalan teknis berupa kerusakan sejumlah pompa milik PDAM turut menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi air bersih.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PDAM telah melakukan sejumlah langkah teknis, termasuk menempatkan pompa pada beberapa titik yang dinilai membutuhkan pelayanan air bersih.

Namun, keterbatasan sarana dan peralatan membuat pengelolaan sejumlah sumber air yang masih tersedia belum dapat dilakukan secara optimal.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, PDAM mendapat arahan untuk menambah armada atau unit pompa guna mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih memungkinkan dimanfaatkan.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah keberadaan sumur di kawasan Kilo.

Abraham menyebutkan terdapat sekitar 65 sumur di kawasan Kilo yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan peralatan pompa.

“Kalau sumur di Kilo dapat dimanfaatkan, airnya bisa membantu mengaliri jaringan pipa mulai dari Tanjung, Simpur, Siwalima, hingga wilayah Kampung Cina,” katanya.

Menurut Abraham, pemanfaatan sumber air tersebut menjadi salah satu opsi strategis untuk mengurangi tekanan terhadap distribusi air bersih selama musim kemarau.

Sejumlah Wilayah Terdampak

Kondisi kekeringan saat ini dirasakan di sejumlah wilayah pelayanan PDAM Gwar Gwamar.

Beberapa wilayah yang disebut cukup terdampak antara lain Tanjung, Simpur, Siwalima, Besi Tua, hingga Kampung Cina.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap air bersih menjadi semakin tinggi, sementara kemampuan produksi dan distribusi PDAM menghadapi sejumlah keterbatasan.

Dalam situasi seperti ini, optimalisasi sumber air alternatif, perbaikan pompa serta penguatan jaringan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kepada pelanggan.

Kondisi Keuangan Menjadi Tantangan

Di tengah kebutuhan peningkatan pelayanan, PDAM Gwar Gwamar juga menghadapi persoalan keterbatasan anggaran.

Abraham tidak menampik bahwa kondisi keuangan perusahaan menjadi salah satu kendala dalam melakukan perbaikan sarana maupun pengadaan peralatan pendukung secara cepat.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kondisi keuangan PDAM Gwar Gwamar masih membutuhkan perhatian.

“Ketika saya mulai masuk pada April, kami melihat kondisi keuangan yang cukup berat. Namun mulai Mei, kami bersama dewan pengawas dan seluruh teman-teman berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Kendati demikian, PDAM menyatakan tetap berupaya merespons setiap pengaduan pelanggan serta melakukan perbaikan terhadap sarana pelayanan sesuai dengan kemampuan yang tersedia.

Abraham juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah memberikan perhatian terhadap persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat.

Pemkab Siapkan Solusi Jangka Panjang

Tidak hanya penanganan jangka pendek, pemerintah daerah bersama PDAM juga membahas langkah strategis untuk menghadapi persoalan air bersih dalam jangka panjang.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan pemerintah daerah, direncanakan pembangunan instalasi pengolahan dan penampungan air berskala besar yang ditargetkan mulai dibangun pada awal tahun mendatang.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi menghadapi persoalan ketersediaan air, khususnya ketika memasuki musim kemarau.

Dengan adanya fasilitas penampungan dan sistem pengolahan yang memadai, pasokan air diharapkan dapat dikelola secara lebih terencana sehingga ketergantungan terhadap debit sumber air pada musim kemarau dapat ditekan.

“Harapannya, ketika musim kemarau terjadi, masyarakat tidak terlalu merasakan dampaknya karena kita memiliki tempat penampungan dan sistem pengolahan air yang memadai,” kata Abraham.

Dewan Pengawas Dorong Penyelesaian Tunggakan

Sementara itu, Dewan Pengawas PDAM Gwar Gwamar, Stan Suarlembit, menyoroti aspek lain yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan pelayanan, yakni persoalan piutang pelanggan.

Menurut Stan, tunggakan pembayaran air bersih, khususnya yang berasal dari sejumlah instansi atau kantor pemerintah, perlu segera ditindaklanjuti.

Penyelesaian piutang dinilai penting untuk membantu memperkuat kondisi keuangan PDAM sehingga perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan pemeliharaan jaringan, memperbaiki peralatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Persoalan tersebut, kata Stan, telah dibahas dalam pertemuan yang melibatkan Direktur PDAM, Dewan Pengawas, bagian teknik, Satuan Pengawasan Internal (SPI), Bupati Kepulauan Aru, serta Dinas Pekerjaan Umum.

“Kami menyampaikan data-data mengenai utang piutang yang ada. Bupati merespons dengan sangat positif dan mengupayakan agar tunggakan tersebut dapat dibayarkan,” kata Stan.

Pelayanan Air Bersih Membutuhkan Dukungan Bersama

Stan berharap penyelesaian tunggakan pelanggan dapat memberikan dampak terhadap penguatan kapasitas keuangan PDAM.

Menurutnya, persoalan pelayanan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam mendistribusikan air, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pelanggan, serta seluruh pihak yang berkepentingan.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan sumber air baku, pembangunan infrastruktur penampungan dan pengolahan, pengadaan pompa, pemeliharaan jaringan distribusi, hingga kepatuhan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Dengan tersedianya sumber air dan sarana pendukung yang memadai, kapasitas pelayanan PDAM diharapkan dapat ditingkatkan secara bertahap, terutama untuk menghadapi periode kemarau yang berpotensi kembali menekan ketersediaan air bersih.

Di sisi lain, kondisi yang terjadi saat ini juga menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem penyediaan air bersih yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Pasalnya, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, keberlangsungan pelayanan tidak hanya membutuhkan respons ketika krisis terjadi, tetapi juga perencanaan jangka panjang, penguatan infrastruktur, pengelolaan keuangan yang sehat, serta koordinasi yang konsisten antara PDAM dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.

EW/RED


Lebih baru Lebih lama