SMAN 1 Tasikmalaya Klarifikasi Isu Kurban Siswa: Program “Shidqoh Qurban” Berbasis Sukarela dan Pendidikan Karakter

 

Tasikmalaya, Juni 2026 – Menyikapi informasi yang beredar di masyarakat terkait isu “Kurban di SMAN 1 Tasikmalaya”, pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan bukan merupakan program pungutan maupun kewajiban berkurban bagi peserta didik. Kegiatan tersebut merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh siswa melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Perwakilan Kelas (PK) dengan nama “Shidqoh Qurban”, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran sosial yang aplikatif.

Program Shidqoh Qurban dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian, empati, gotong royong, serta semangat berbagi kepada sesama melalui pengalaman nyata yang melibatkan siswa secara langsung dalam berbagai tahapan kegiatan.

“Partisipasi siswa dalam program ini bersifat sukarela. Tidak ada ketentuan nominal tertentu yang ditetapkan sekolah. Setiap siswa memberikan sedekah sesuai kemampuan dan keikhlasannya masing-masing,” jelas pihak sekolah.

Dalam pelaksanaannya, seluruh proses kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan sedekah, pengelolaan dana, pembelian hewan, proses penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging dilakukan oleh siswa dengan pendampingan guru. Pendampingan tersebut bertujuan agar kegiatan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang bermakna dan memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Implementasi Pendidikan Karakter

SMAN 1 Tasikmalaya menegaskan bahwa program Shidqoh Qurban merupakan implementasi nyata dari kebijakan pendidikan karakter yang diamanatkan dalam berbagai regulasi nasional, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  • Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
  • Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.

Selain itu, kegiatan tersebut juga selaras dengan penguatan karakter Pancawaluya, yang menekankan pembentukan peserta didik agar memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan kemampuan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Menurut pihak sekolah, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecakapan sosial peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan seperti Shidqoh Qurban menjadi salah satu media pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan.

Distribusi Daging untuk Siswa dan Masyarakat

Hasil dari kegiatan Shidqoh Qurban didistribusikan berdasarkan kesepakatan bersama yang dibuat oleh para siswa. Sebanyak 50 persen dari hasil perolehan daging dibagikan kembali kepada siswa sesuai partisipasi dan proporsi yang telah ditentukan di masing-masing kelas.

Sementara 50 persen lainnya disalurkan kepada masyarakat sekitar sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial. Penerima manfaat meliputi warga yang membutuhkan serta para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya yang selama ini berperan menjaga kebersihan lingkungan kota.

Para penerima tersebut antara lain penyapu jalan, petugas taman, petugas pemakaman, pengemudi armada kebersihan, hingga operator kendaraan pengangkut sampah yang sehari-hari menjalankan tugas pelayanan publik.

Pihak sekolah menilai bahwa keterlibatan siswa dalam proses distribusi ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan rasa empati dan penghargaan terhadap profesi-profesi yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat namun sering kali luput dari perhatian.

Kurban Dilaksanakan oleh Orang Dewasa

SMAN 1 Tasikmalaya juga menegaskan bahwa kegiatan ibadah kurban yang dilaksanakan sesuai syariat dan ketentuan perundang-undangan sepenuhnya berasal dari partisipasi orang dewasa.

Mereka yang terlibat sebagai peserta kurban terdiri dari guru dan tenaga kependidikan, alumni, purna bakti atau pensiunan guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta beberapa orang tua siswa yang menitipkan hewan kurbannya melalui panitia di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, kegiatan kurban tersebut dilaksanakan sebagaimana tata cara ibadah kurban yang berlaku, terpisah dari program Shidqoh Qurban yang dijalankan siswa sebagai kegiatan pendidikan karakter.

Harapan Sekolah

Melalui klarifikasi ini, SMAN 1 Tasikmalaya berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan proporsional mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan.

Sekolah menegaskan bahwa tujuan utama program Shidqoh Qurban adalah membangun karakter peserta didik yang peduli, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong dan berbagi kepada sesama.

Dengan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman sosial, dan aksi nyata di tengah masyarakat, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Wartawan: Randi Yunantan
Penerbit: www.zonatvnasional.com


Lebih baru Lebih lama