ZonaTV, Ambon, Maluku
Kehadiran Pemerintah Kota Ambon dalam kegiatan Gala Beat Fest Sound of Amboina (SOA) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan seni, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai pilar penting pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini digelar di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Sabtu (31/1/2026), dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Dalam sambutan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, disampaikan bahwa tema “Harmoni Budaya dan Kreativitas Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan” memiliki relevansi yang kuat dengan arah dan visi pembangunan Kota Ambon saat ini.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, menempatkan seni, budaya, dan kreativitas sebagai kekuatan strategis dalam membangun ekonomi masyarakat yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Tema ini mencerminkan semangat pembangunan Kota Ambon yang menjadikan seni, budaya, dan kreativitas lokal sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus sarana memperkuat jati diri dan karakter budaya daerah,” ujar Tukloy saat membacakan sambutan Wali Kota.
Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa seni musik dan tari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat Maluku, khususnya Ambon. Seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi, sarana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal, penguatan identitas budaya, serta alat pemersatu yang mampu membangun persaudaraan dan menyampaikan pesan damai lintas generasi.
Sebagai kota yang telah diakui secara nasional dan internasional sebagai Ambon City of Music, Kota Ambon memiliki kekayaan talenta seni dan kreativitas yang sangat besar. Oleh karena itu, kehadiran ruang-ruang ekspresi kreatif seperti Gala Beat Fest SOA dinilai sangat penting, terutama bagi generasi muda dan para seniman lokal untuk menyalurkan potensi, berinovasi, serta memperoleh apresiasi yang layak.
“Melalui ruang-ruang ekspresi seperti ini, potensi seni dan kreativitas lokal dapat tumbuh dan berkembang, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain seni dan budaya, Pemerintah Kota Ambon juga memberikan perhatian besar terhadap peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. UMKM memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Namun demikian, para pelaku UMKM masih membutuhkan ruang promosi dan pemasaran yang terbuka, kreatif, dan inklusif.
“Atas dasar itu, Gala Beat Festival dirancang sebagai kegiatan terpadu yang mengintegrasikan seni, musik, tari, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang bersama,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi pemuda gereja, komunitas seni, dan pelaku UMKM dalam mendukung program Ambon City of Music, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kolaborasi.
Pemerintah Kota Ambon berharap Gala Beat Fest SOA dapat menjadi ruang perjumpaan produktif antara seni, ekonomi, dan masyarakat. Selain sebagai wadah apresiasi seni, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara, memperluas promosi produk-produk lokal, serta menciptakan ruang publik yang aman, kreatif, dan kondusif.
“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pemuda, dan pelaku ekonomi kreatif seperti inilah yang menjadi kunci dalam membangun kota yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Ambon akan terus memberikan dukungan terhadap inisiatif-inisiatif kreatif masyarakat, khususnya yang digerakkan oleh generasi muda,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula harapan agar Gala Beat Festival SOA dapat berlangsung sukses dan berkelanjutan, serta semakin memperkuat posisi Ambon sebagai pusat kreativitas musik dan budaya di Indonesia.
Diketahui, Sound of Amboina (SOA) merupakan event yang digagas oleh Komunitas Belang Musika Maluku bekerja sama dengan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM). Pada tahun 2026, SOA untuk pertama kalinya digelar di Desa Galala melalui Gala Beat Fest dengan konsep yang memadukan pertunjukan live music, modern dance, cultural performance, pameran UMKM, night party, serta panorama pantai (beach view).
Event ini melibatkan berbagai pelaku seni musik, seni pertunjukan, dan kreator lokal, serta direncanakan akan digelar secara berkelanjutan di kecamatan-kecamatan lain di Kota Ambon dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk memperluas ruang ekspresi seni sekaligus memperkuat atmosfer bermusik Ambon sebagai City of Music.
Sejumlah musisi dan komunitas seni turut memeriahkan Gala Beat Fest SOA Galala, di antaranya Palita Project, JP Band, Ebeng Acom, Sanggar Lima Belas Band, Irene Palijama, Buce Latumaelissa, Departemen Bercanda Dance, Nurul Toisuta, Mr. E, DJ Randy, Coo Project, Amboina Bananas Reality Music, Eighteen’s, NBNG, Talarasa, Kayla Harmusial, 1Man+ Band, NL Project, Mitha Sitaniapessy, Rachel Jamlaay, Sanggar Wairuhu, Sujegat, dan Zamrah Amboina.
Gala Beat Fest SOA Galala pun menjadi simbol kuat sinergi antara komunitas, pemuda, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam membangun Kota Ambon yang kreatif, berbudaya, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
(Mia Latukolan)
