TASIKMALAYA – zona TV
Visi besar kebangkitan ekonomi kerakyatan kembali digaungkan di Tasikmalaya. Di hadapan para pimpinan pondok pesantren dan alim ulama, Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., memaparkan arah baru pembangunan nasional menuju era Indonesia Emas melalui program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Dalam paparannya, Dandim menekankan dua program unggulan yang dinilai menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Khusus untuk KDMP, ia menyebut program tersebut sebagai “jantung baru” denyut ekonomi pedesaan.
Menghidupkan Kembali Spirit Bung Hatta
Tasikmalaya bukanlah wilayah asing dalam sejarah koperasi. Kota ini memiliki ikatan historis dengan Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia dan penggagas utama ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.
“Presiden ingin membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Ini langkah strategis yang mendapat dukungan dari 18 kementerian,” ujar Letkol Imvan.
Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan emas bagi Tasikmalaya untuk kembali menjadi pelopor penguatan koperasi modern berbasis desa.
KDMP: Ekosistem Ekonomi Desa yang Terintegrasi
KDMP tidak dirancang sebagai koperasi konvensional semata, melainkan sebagai ekosistem ekonomi terintegrasi di setiap desa.
Setiap unit KDMP akan dilengkapi:
Satu unit truk operasional
Dua unit sepeda motor distribusi
Gerai penyedia sembako
Layanan subsidi LPG
Klinik kesehatan dengan tenaga medis
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah akses kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal.
Yang paling strategis, hasil pertanian, peternakan, dan perikanan masyarakat akan ditampung dan dipasarkan melalui jaringan KDMP. Dengan target lebih dari 80.000 KDMP di seluruh Indonesia, persoalan klasik pemasaran produk desa diyakini dapat teratasi secara sistematis.
Strategi “Abdurrahman bin Auf”
Dalam penyampaiannya, Dandim 0612/Tasikmalaya menarik analogi menarik dengan sosok sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman bin Auf.
Dikenal sebagai saudagar sukses di Madinah, Abdurrahman bin Auf membangun kejayaannya dengan menciptakan pusat perdagangan yang mandiri dan kuat. Ia memulai dari membangun pasar sebagai pusat perputaran ekonomi.
“Strategi Presiden Prabowo sejalan dengan itu, yakni membangun pasar melalui KDMP. Tujuannya jelas, mencetak ‘Abdurrahman bin Auf’ masa kini dari desa-desa Indonesia,” tegas Letkol Imvan.
Ia menambahkan, kemandirian ekonomi desa menjadi kunci pemerataan kesejahteraan nasional.
Dukungan Tokoh Masyarakat
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari berbagai tokoh masyarakat. H. Cahya Gandara, Presiden Gandara Grup, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi KDMP.
“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Dampaknya akan nyata selama dikelola dengan jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Di Tasikmalaya sendiri, tercatat sekitar 420 unit KDMP tengah dalam proses pembangunan. Secara nasional, lebih dari 80.000 titik diproyeksikan menjadi simpul baru penggerak ekonomi dari pinggiran.
Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, tokoh agama, dan pelaku usaha, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya memperkuat program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
Kebangkitan ekonomi rakyat pun tidak lagi sekadar wacana, melainkan strategi nyata menuju Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berdaulat dari desa.
CS-ZTV
