Ciamis – Zona TV
Seorang wartawan di Kabupaten Ciamis yang sebelumnya disebut sebagai oknum dan diduga melakukan intimidasi serta pemerasan terhadap kepala sekolah dasar di Kecamatan Jatinagara, membantah keras tuduhan tersebut.
Dalam pemberitaan salah satu media, wartawan berinisial Yudi dituding melakukan intimidasi melalui pesan WhatsApp hingga membuat seorang kepala sekolah merasa tertekan. Namun, Yudi menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
“Saya tidak merasa melakukan intimidasi terhadap Ibu Irmawati, kepala sekolah di Kecamatan Jatinagara. Adapun pesan WhatsApp yang saya kirim, semata-mata untuk konfirmasi berita. Kebetulan beliau sulit ditemui di sekolah,” jelas Yudi saat dikonfirmasi pada Kamis, 25 September 2025.
Yudi, yang merupakan wartawan di salah satu media online di Ciamis, mengatakan bahwa dirinya bersama rekan sempat mendatangi sekolah, namun kepala sekolah tidak ada di tempat karena izin. Ia kemudian mencoba menghubungi melalui telepon WhatsApp, namun panggilannya tidak dijawab.
“Sudah tiga kali saya telepon tidak diangkat. Lalu saya kirim pesan WhatsApp, tetapi hanya dibaca tanpa balasan,” ujarnya.
Menurut Yudi, persoalan ini mencuat saat forum diskusi yang digelar PGRI Kabupaten Ciamis pada Selasa, 23 September 2025. Forum tersebut menghadirkan Kepala SD Irmawati serta sejumlah wartawan dari berbagai organisasi kewartawanan.
“Dalam forum itu, Ibu Irmawati mengaku diintimidasi lewat pesan WhatsApp. Namun saya menegaskan bahwa isi pesan saya normatif, hanya sebatas konfirmasi pemberitaan. Memang saya mengirim pesan malam hari sekitar pukul 21.30 WIB, tetapi tidak ada maksud intimidasi,” tegasnya.
Yudi juga menepis tuduhan adanya pemerasan. Ia menegaskan tidak pernah meminta uang maupun menyampaikan ucapan yang mengarah pada pemerasan.
“Sama sekali tidak ada ucapan saya, baik melalui pesan maupun perkataan, yang meminta uang. Kalau memang ada, mana buktinya?” katanya.
Meski demikian, Yudi menyatakan sudah menyampaikan permintaan maaf apabila terdapat kesalahpahaman dalam penyampaian kata-katanya. Permintaan maaf itu ia sampaikan melalui Ketua PGRI Kecamatan Jatinagara.
“Waktu itu ada pertemuan dengan pihak PGRI Kecamatan Jatinagara, meski Ibu Irmawati tidak hadir. Namun saya secara pribadi sudah menyampaikan permintaan maaf jika ada kekeliruan dalam penyampaian,” pungkasnya.
(TIM)
