TASIKMALAYA — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Momentum bersejarah tersebut dimanfaatkan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bungursari untuk menggelar pesta rakyat yang diisi berbagai perlombaan, hiburan musik, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah, penuh keakraban dan kekeluargaan. Warga dari berbagai kalangan berbaur bersama jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan. Gelak tawa, semangat mengikuti perlombaan, hingga hiburan musik menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan tersebut.
Bagi PAC PDI Perjuangan Bungursari, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Lebih dari itu, pesta rakyat dipandang sebagai ruang untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menunjukkan bahwa partai politik harus mampu hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bungursari, Asep Devo, mengatakan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan momentum penting untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini lahir dari perjuangan panjang para pahlawan.
Menurut Asep, nilai perjuangan tersebut harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui kepedulian terhadap kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Di daerah kami, Alhamdulillah tidak pernah kalah dalam meraih suara rakyat. Itu karena kami selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Prinsip kami adalah menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujar Asep Devo.
Pernyataan tersebut, menurutnya, bukan hanya slogan politik, tetapi harus menjadi prinsip yang diwujudkan melalui kehadiran kader di tengah masyarakat. Sebab, hubungan antara partai dan masyarakat tidak semestinya hanya terbangun menjelang momentum pemilihan umum.
Asep menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang harus dijaga melalui kerja nyata, komunikasi dan kepedulian yang berkelanjutan.
“Politik bukan hanya soal mendapatkan suara ketika pemilu. Yang lebih penting adalah bagaimana kita hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka dan ikut merasakan apa yang dirasakan rakyat,” tambahnya.
Ia menilai, kegiatan sederhana seperti pesta rakyat juga memiliki makna sosial yang cukup besar. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, ruang-ruang kebersamaan perlu terus diciptakan agar hubungan antarwarga tetap kuat.
Semangat gotong royong, persaudaraan dan kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa.
Dodo Rosada: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kegiatan Positif
Pesta rakyat tersebut turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, H. Dodo Rosada, S.H., M.H., beserta jajaran pengurus DPC dan para Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kota Tasikmalaya.
Kehadiran jajaran pengurus DPC sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang digelar PAC Bungursari. H. Dodo Rosada mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu menggabungkan semangat nasionalisme dengan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak berhenti pada kegiatan upacara dan seremoni. Semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Jangan hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi semangat perjuangan mereka harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap H. Dodo Rosada.
Ia menambahkan, semangat persatuan, gotong royong, kepedulian terhadap sesama serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat merupakan nilai penting yang harus terus dirawat.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, lanjutnya, kemerdekaan memberikan tanggung jawab kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
Bukan Sekadar Lomba, Tetapi Membangun Kebersamaan
Berbagai perlombaan dan hiburan musik yang digelar dalam pesta rakyat tersebut menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti maupun menyaksikan rangkaian acara.
Namun, di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan sosial yang ingin dibangun, yakni pentingnya menjaga ruang kebersamaan di tengah masyarakat.
Pesta rakyat menjadi tempat warga dapat bertemu, bercengkerama dan saling berinteraksi tanpa melihat perbedaan latar belakang. Semangat seperti inilah yang dianggap sebagai salah satu bentuk sederhana dalam mengisi kemerdekaan.
Bagi PAC PDI Perjuangan Bungursari, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendekatkan kader dengan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan warga.
Kedekatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai. Justru, momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat agar kader dan pengurus partai terus hadir dalam berbagai persoalan sosial masyarakat.
Menjaga Api Kemerdekaan
HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada akhirnya bukan hanya tentang angka usia kemerdekaan. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang bangsa, pengorbanan para pahlawan dan tanggung jawab generasi penerus untuk menjaga hasil perjuangan tersebut.
Karena itu, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, persatuan, gotong royong dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pesta rakyat PAC PDI Perjuangan Bungursari menjadi salah satu gambaran bagaimana momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara sederhana namun tetap memiliki pesan sosial dan kebangsaan.
Di tengah kemeriahan perlombaan dan hiburan musik, terselip harapan agar masyarakat semakin solid, rasa persaudaraan semakin kuat dan semangat gotong royong tetap menjadi bagian dari kehidupan warga Bungursari.
Bagi PDI Perjuangan Bungursari, kedekatan dengan rakyat bukan sekadar kepentingan politik, melainkan komitmen untuk terus hadir dalam suka maupun duka.
“Merdeka! Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat.”
