Kursus Australia House Dorong Nilai Inklusivitas dan Toleransi dalam Pelayanan Publik

 

ZonaTV | Ambon, Maluku

Program pembelajaran yang mengedepankan nilai inklusivitas dan toleransi digelar di Kantor Desa Hunut/Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (28/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta dalam Kursus Governance and Public Policy Making for Sub-National Governments, yang menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat pemahaman kebijakan publik yang berorientasi pada kemanusiaan dan kebersamaan.

Kursus ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dan pemangku kepentingan sekaligus menanamkan nilai toleransi serta kemanusiaan dalam praktik pelayanan publik. Melalui pendekatan partisipatif, Australia House menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya membahas aspek teknis kebijakan publik, tetapi juga menekankan pentingnya inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dalam sambutan Wali Kota Ambon yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, disampaikan bahwa penyelenggaraan kursus ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Australia dan Australia House sebagai lembaga penyelenggara pendidikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, termasuk para peserta yang menunjukkan komitmen tinggi untuk belajar dan berproses bersama.

“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang refleksi nilai-nilai inklusivitas yang sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Rustam.

Ia mengungkapkan bahwa kursus ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Ambon, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan, keamanan, dan persatuan. Visi tersebut menegaskan pentingnya menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan setara bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

Lebih lanjut, Rustam menambahkan bahwa implementasi visi tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai inklusif dan toleransi dalam pelayanan publik, penyediaan fasilitas umum yang inklusif dan aksesibel, serta pengembangan budaya masyarakat yang menghargai perbedaan sebagai kekuatan bersama.

Ia berharap, kursus ini mampu melahirkan agen-agen perubahan yang dapat menularkan semangat inklusivitas di wilayah masing-masing. Nilai toleransi dan kemanusiaan yang diperoleh selama program berlangsung diharapkan dapat diterapkan secara nyata, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sosial sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan menjadi motor penggerak terwujudnya masyarakat yang lebih damai, terbuka, dan inklusif, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, pungkasnya.

(Latukolan Mia)

Penerbit: Zona TV Sulawesi


Lebih baru Lebih lama